Tag: anak

Buku Anak Dari Surga Menuju Surga, Ida S Widayanti, Buku Pendidikan Karakter

Buku Anak Dari Surga Menuju Surga, Ida S Widayanti, Buku Pendidikan Karakter

Buku Parenting terbaru dari Ida S. Widayanti, setelah sukses dengan 3 seri buku terdahulu yang meraih Best Seller, Bu Ida mengeluarkan Buku terbarunya yang berjudul “Anak Dari Surga Menuju Surga
Harga Rp. 50.000,- Hubungi Aditya 0878 8876 5439

Jual-Buku-Anak-Dari-Surga-Menuju-Surga,-Buku-Ida-Widayanti,-Buku-Parenting,-buku-Pendidikan-Karakter

Anak-anak adalah TITIPAN Sang Pencipta. Di dalam dirinya telah ditiupkan ruh kebaikan. Tugas kita adalah menghormatinya, mengenali karakterisitiknya, menjaga fitrahnya, memupuk dan merawat pertumbuhannya agar seluruh potensi positif anaknya bisa ditumbuhkan dan berkembang subur.

Sebagai orangtua kita sering lupa bahwa anak-anak kita sesungguhnya berasal dari SURGA. Ia tidak memiliki dosa. Ia membawa sifat kejujuran, ketulusan, kelembutan, kegigihan, kepolosan, dan pemaaf.

Allah memberi KESEMPATAN kepada kita dalam mendidik anak-anak sekaligus tantangan dan masalah yang harus dihadapi. Kita dituntut terus melakukan refleksi dan evaluasi.

Buku-Mendidik-Karakter-dengan-karakter,-Buku-Anak-Dari-Surga-Menuju-Surga Buku-Pendidikan-Karakter,-Buku-Mendidik-Karakter,-Buku-Anak-dari-Surga-Menuju-Surga

aNAK DARI sURGA mENUJU sURGA, jUAL bUKU aNAK DARI SURGA MENUJU SURGA,  Tempat beli Buku ParentingBuku-Mendidik-Karakter,-Buku-Pendidikan-Orangtua,-Buku-Anak-Dari-Surga-menuju-surgaBuku Anak Dari Surga Menuju Surga, Ida S Widayanti, Buku Pendidikan Karakter

Share

Mengapa Surga Dibawah Telapak Kaki Ibu

mengapa surga di bawah telapak kaki ibu

Buku ini menjelaskan tahapan-tahapan perkembangan anak sejak dalam kandungan baik dari aspek intelektual, emosional, dan spiritual sebagai landasan utamanya. Dengan demikian tepatlah hadits yang menyatakan bahwa surga dibawah telapak kaki ibu. Bukan ditangan atau dipangkuan ibu, dan juga di telapak tangan. Hal in berarti surga ada dalam perjalanan ibu mengurus anak. Jejak-jejak ibu pada otak anak sejak masa kehamilan, ketika dalam buaian dan pangkuan, sampai akhil balig akan mampu menghantarkan anaknya ke surga.

Beberapa testimoni pembaca:

Subhanallah buku ini menjelaskan tahap-tahap perkembangan anak sejak dalam kandungan baik dari aspek intelektual, emosional juga spiritual sebagai landasan utamanya Sehingga buku ini perlu dimiliki sebagai panduan pembelajaran dalam mendidik anak-anakkita untuk tumbuh sesuai fitrahnya

Linda Ary Ginanjar Agustian
Orang Tua Siswa Al Falah

Menjadi ayah ibu itu mudah, menjadi orangtua yang baik dan pintar itu yang tidak mudah. Buku ini sungguh tepat dijadikan petunjuk bagi setiap orangtua untuk dapat menjalankan tugas berat tetapi mulia itu menjadi jauh lebih mudah dan menyenangkan.

Dr. Ali Nurdin
(Dosen PTIQ Jakarta)

100 Milyar neuron anugerah termahal dari اَللّهُ untuk tiap bayi yang lahir, jangan disembarangkan keadaannya. Ini menyangkut rencana rahasia اَللّهُ atas pemberian surga kepada tiap ibu, ayah, guru, pengasuh dan calon-calon ibu, ayah untuk takut dan hormat pada ciptaan terbaiknya bernama anak manusia. Buku ini amat berharga karya seorang penjaga dan perawat taman kehidupan drg. Wismiarti ini beliau amat khusyu dibidangnya mengajak kita turut khusyu dalam memerankan diri kita sebagai orangtua pengantar anak-anak menuju surga.

Neno Warisman
Artis

Buku ini memberikan pencerahan bagi pembacanya mengenai know-how pendidikan anak. Namun dengan bahasa dan bahasan yang sangat user friendly sehingga mudah dimengerti dan insya اَللّهُ mudah diaplikasikan oleh ayah, bunda atau siapapun yang berkecimpung dalam pendidikan dan pengasuhan anak. Ruang lingkup bahasannya cukup menyeluruh sehingga memberikan ruang kepada pembacanya untuk berinteraksi dan menggugah pembacanya untuk menggali lebih dalam lagi aspek-aspek pendidikan anak sehingga buku ini menjadi trigger untuk mengetahui pola-pola pendidikan dan pengasuhan anak secara efektif

Dr. Syaiful Ichwan, SpBs
(Dokter Spesialis Bedah Syaraf)

Harga: Rp. 40.000

Pemesanan:

087 888 765 439
28 BCB 8 F0

Buku Lainnya:

Paket-Mendidik-Karakter

Share

Ancaman Terhadap Anak Dapat Menimbulkan Dampak Negatif

ancaman terhadap anak

Oleh Ida S Widayanti*

Karena suaminya sangat sibuk, seorang ibu rumah tangga begitu kerepotan mengurus ketiga anaknya. Di saat libur, si ayah pun sudah kelelahan, ia ingin beristirahat di rumah tanpa diganggu anak-anaknya. Sehingga anak-anak pun hanya dekat dengan ibunya.

Si ibu yang sejak kecil dimanja dan terbiasa hidup senang merasa bingung mengurus ketiga anaknya yang masih kecil-kecil dan sangat bergantung padanya. Tinggal di ibu kota, jauh dari orangtua, dan pengasuh yang sering keluar-masuk, membuatnya sering mengalami tekanan.

Seiring berjalannya waktu, si ibu menemukan cara ampuh dalam mendidik anak-anaknya, khususnya dalam hal kedisiplinan. Ketika anak-anaknya tak mau berhenti main air, ia cukup berkata, “Kalau main air terus, Mama tinggal, nih!” Mendengar hal itu serta merta anak-anaknya mengakhiri kegiatannya. Demikian juga saat ia merasa pening mendengar tangisan anaknya, maka spontanitas berkata, “Sudah jangan menangis! Kalau nangis terus Mama tinggal, ya!” Lalu anak-anaknya pun berusaha sekuat tenaga menghentikan tangisnya.

Untuk memberikan ‘shock theraphy,’ ibu tersebut memang pernah meninggalkan anak-anaknya yang dikunci di dalam rumah karena tidak mengikuti kata-katanya. Senjata tersebut menurutnya ampuh dan anak-anaknya menjadi kapok. Di saat berkunjung ke rumah orang lain, atau sedang dalam keramaian, dan ia khawatir anaknya terlihat tidak tertib, maka ancaman ‘akan meninggalkan’ mereka sangat manjur.

Tahun mulai berganti. Anak sulung ibu tersebut, sebut saja namanya Putri, sudah menginjak remaja dan memiliki teman dekat seorang pria yang sudah cukup dewasa. Melihat Putri, si gadis remaja yang sangat bergantung, temannya itu mulai memanfaatkan kesempatan. Sedikit saja mengancam putus, maka serta merta Putri akan menuruti segala keinginan kekasihnya itu. Hingga suatu hari, Putri diajak melakukan hal yang terlarang. Tentu saja Putri menolak. Namun pria itu berkata, “Kalau kamu tidak mau, aku tinggal ya. Kita putus saja!”

Kalimat itu begitu menakutkan Putri. Tanpa disadari ancaman-ancaman akan ditinggal yang ia terima sejak kecil sangat memengaruhi dirinya. Ia seakan lumpuh dan pasrah, meski hati kecilnya berontak.

Kisah di atas memberi pelajaran kepada kita bahwa mendidik anak dengan ancaman dapat menimbulkan dampak negatif. Alyson Schafer dalam bukunya “Honey, I Wrecked The Kids” mengatakan, bahwa saat kita sering memaksa anak, menurutnya hal itu secara tidak sengaja mengajarkan anak untuk mengabaikan suara hatinya dengan mengatakan “Tidak!” Sehingga saat dewasa ia cenderung tak mampu menolak. Menurut hasil penelitiannya banyak anak terkena kekerasan seksual atau narkoba adalah anak-anak yang tampak baik dan patuh. Kepatuhan mutlak karena ancaman, ternyata berdampak negatif. Anak juga menjadi patuh pada teman-temannya yang mengancam meskipun salah.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Anak berasal dari usahanya (orangtua)” (Riwayat Abu Dawud). Jika anak dididik oleh orangtua dengan ancaman, maka dengan ancaman pula yang akan mengendalikan dirinya. Namun, jika anak dibesarkan dengan pengertian dan penjelasan, maka ia akan menjalani kehidupan ini dengan pemahaman dan pemaknaan yang dalam.

Semoga kita termasuk orangtua yang dilimpahkan kesabaran dan keikhlasan oleh Allah Ta’ala dalam mendidik buah hati kita. *Penulis Buku ‘Mendidik Karakter dengan Karakter’ SUARA HIDAYATULLAH JUNI 2012

Buku Pendidikan Karakter

Share

Seminar Parenting : Menjadi Teman Bagi Anak Saat Memasuki Usia Remaja

Flyer-Seminar-PIKA

Seminar Parenting : Menjadi Teman Bagi Anak Saat Memasuki Usia Remaja
Diselenggarakan oleh PIKA 165 (Persatuan Isteri Ksatria 165)

“Rumah merupakan lembaga pertama untuk mendidik anak, cikal bakal terbentuknya masyarakat yang terdidik”

Anak adalah amanah terindah dari Allah yang kelak harus dapat dipertanggungjawabkan oleh orangtua. Rumah merupakan lembaga pertama untuk mendidik anak, cikal bakal terbentuknya masyarakat yang terdidik.  Setiap anak akan mengalami masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa yang sering disebut dengan masa remaja. Pada tahapan ini perkembangan intensif secara fisik dan psikologis. Dapat dimengerti jika ini adalah waktu yang penuh dengan kebingungan dan pergolakan bagi banyak keluarga.

Dari sisi psikologis, banyak anak yang menunjukkan perubahan perilaku yang cukup dramatis di hadapan orangtuanya. Salah satu stereotip khas remaja adalah melawan, sekalipun kondisi Masa ini memang masa di mana anak mengalami pasang surut emosi yang sangat labil. Pada masa ini kebanyakan diikuti dengan perilaku anak-anak yang mulai memisahkan diri dari orangtua dan menjadi semakin “mandiri”. Mereka berusaha untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan teman sebayanya, seperti dalam hal penampilan dan juga identitas. Mereka mulai mengenal “stress” atau dalam bahasa mereka “galau” dan mulai timbul konflik dengan orang tua. Akhirnya, yang sering terjadi dari kondisi diatas, orang tua bingung bagaimana berkomunikasi dengan anak, anak segan berkomunikasi dengan orang tua. Anak lebih suka berkeluh kesah kepada teman sebayanya yang tak mampu memberikan solusi.

Karenanya, untuk mensikapi permasalahan serta kondisi diatas, Persatuan Istri Ksatria 165 atau yang dikenal dengan PIKA 165 menyelenggarakan Seminar “Menjadi Teman Bagi Anak Saat Memasuki Usia Remaja”.

Tujuan:
1.Orangtua memiliki pemahaman menyeluruh mengenai tahapan perkembangan anak khususnya fase peralihan dari anak-anak ke dewasa
2.Orangtua mendapatkan ilmu praktis yang dapat diaplikasikan dalam keseharian
3.Melatih diri bersama menjadi orang tua yang memahami karakter perkembangan anak
4.Menciptakan kedekatan hubungan orang tua dan anak
5.Membimbing dan melahirkan generasi remaja yang mampu menemukan jati diri sehingga tumbuh dalam kemandirian dan sikap positif yang berguna bagi masa depannya

Hari        : Minggu, 21 April 2013
Waktu       : 08.00 – 12.00
Tempat      : Menara 165 Jl. TB. Simatupang Kav. 1 Cilandak Jakarta Selatan
Investasi : Rp. 165.000

Informasi Lebih Lanjut Hubungi:
Maya Puguh 08179909165 | Amalia Imani 0877 8865 7444 | Adit 087 888 765 439

Paket-Mendidik-Karakter

Share